Rabu, 07 Desember 2011

Rancangan Organisasi Dan Pekerjaan


Organisasi adalah sistem yang menghubungkan sumber sumber daya sehingga memungkinkan pencapaian tujuan atau sasaran tersebut. Rancangan organisasi adalah titik awall bagi pencarian tenaga kerja (procurement). Sebagai bagian dari proses perancangan ini, akan disusun unit-unit tanggung jawab khusus yang umunya disebut "pekerjaan". Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan ini akan mengakibatkan tercapainya sasaran organisasi secaara keseluruhan. Usaha memperoleh tenaga kerja berkaitan dengan proses memperoleh personel yang paling sesuai untuk melaksanakan tugas-tugas yang ditetapkan pada pekerjaan atau jabatan tersebut.

Sasaran - sasaran Organisasi
Karena organisasi itu dimaksudkan sebagai alat rasional yang dibentuk untuk mencapai sasaran, maka adalah masuk akal untuk memulai pertimbangan atas rancangan organisasi dengan pertimbangan atas sasarannya. Salah satu hal pertama yang diakui oleh sebagian besar manajer adalah bahwa setiap organisasi mempunyai banyak sasaran. Suatu klasifikasi dari sasaran-sasaran organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
I. Sasaran Primer
    A. Menciptakan dan mendistribusikan suatu produk atau jasa
    B. Memusatkan sasaran perorangan anggota anggota organisasi, seperti
        1. Keuntungan bagi para pemilik
        2. Gaji dan imbalan lain bagi para eksekutif
        3. Upah dan imbalan lain bagi par karyawan
        4. Kepuasan jiwa bagi semua, termasuk
            a. Kebanggaan dalam bekerja
            b. Rasa aman
            c. Penghargaan
            d. Rasa diterima
    C. Memenuhi kewajiban-kewajiban masyarakat dan sosial, seperti
        1. Perlindungan dan peningkatan sumber daya manusia dalam masyarakat
        2. Perlindungan dan peningkatan sumber daya fisik dalam masyarakat

II. Sasaram Sekunder
    A. Kehematan operasi dalam memenuhi sasaran primer
    B. Keefektifitas operasi daam memenuhi sasaran primer

Sasaran produk atau jasa (product or service objrctives). Setiap organisasi bisnis harus menciptakan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa sebagai satu dari tujuan dasarnya. Wujud dari sasaran ini adalah berupa mobil, lemari es, kacang dalam kaleng, atau potong rambut.
Sasaran perorangan (personal objective). Suatu organisasi tersiri atas dua orang atau lebih. Orang orang ini mempunyai sasaran peroangan yang bermacam macam dan seringkali berlawanan, yang harus dipuaskan secara layak atau orang rang itu akan menarik diri dari organisasi. Sasaran perorangan terdiri dari dua jenis umum yaitu moneter dan non moneter.
Kewajiban kemasyarakatan dan sosial (community and social obligations)
Sasaran sekunder (secondary objectives). Jika sasaran sekunder tidak dicapai dengan memuaskan, semua sasaran lain akan menderita.
Keuntungan dari sasaran produk dan jasa

Fungsi - fungsi
Pada pokoknya ini adalah pemisah fungsi-fungsi tertentu dari pelaksanaan aslinya dan menugaskannya kepada orang lain yang ditambah pada perusahaan itu. Pembedaan fungsi terjadi dalam dua jurusan yaitu ke bawah dan keluar.
a). Diferensiasi Fungsional ke Bawah 
Diferensiasi fungsional ke bawah memiliki tiga fungsi primer itu menciptakan organisasi lini yang murni. Semua anggota menghasilkan, atau membiayai, atau berada dalam rantai komando langsung.
b). Diferensiasi Fungsional ke Luar
Fungsi ini dapat terjadi pada setiap tingkat dalam rantai komando premier. Hal ini mungkin secara bertahap dan berlangsung melalui tahap tahap yang diuraikan yang terdiri dari (1) penugasan atas fungsi itu kepada satu orang, seorang asisten staf ; (2) penciptaan suatu unit staf dengan penambahan suatu unit karyawan ; dan (3) penciptaan unit staf yang lebih besar melalui pengelompokan dengan unit-unit khusus yang dihubungkan

Hubungan
Proses pengorganisasian adalah proses menghubungkan bagian-bagian organisasi satu sama lain dan mengkaitkannya dengan sasaran organisasi. Hubungan yang akan disusun di antara bagian-bagian organisasi itu mempunyai dua bentuk tipe umum yaitu formal dan informal. Hubungan formal adalah hubungan yang disusun secara resmi dan dirumuskan dalam pedoman kerja organisasi, bagan bagan, dan uraian pekerjaan. Tiga hubungan dasar dari kategori ini adalah tanggung jawab, wewenang dan tanggung gugat. 
Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima.
Wewenang adalah hak untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan hak untuk melakukannya  atau mengharuskan orang lain melakukannya.
Tanggung gugat adalah keharusan untuk mampu mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas

Hubungan informal adalah hubungan yang timbul dari hubungan formal dan disusun secara tidak resmi oleh orang-orang tertentu yang ditempatkan. hubungan ini mencakup hubungan hubungan seperti kekuasaan, status dan politik

Struktur Organisasi 
hasil langsung dari proses organisasi adalah penciptaan struktur organisasi. Struktur ini adalah kerangka dasar dari hubungan formal yang telah disusun. Maksud dari struktur itu adalah untuk membantu dalam mengatur dan mengarahkan usaha-usaha yang dilakukan dalam organisasi sehingga dengan demikian usaha-usaha itu terkoordinir dan konsisten dengan sasaran organisasi.
a). Struktur Organisasi Lini
Struktur ini diciptakan oleh diferensiasi fungsional kebawah atas fungsi dasar atau primer. Jadi dalam organisasi lini, semua personalia termasuk dalam produksi, penjualan atau pembiayaan atau berada dalam rantai komando langsung diatas tiga fungsi ini. Tidak ada diferensiasi fungsi keluar
b). Struktur Organisasi Lini dan Staf
Diferensiasi fungsional kebawah dan keluar menghasilkan organisasi lini dan staf. Sebagian besar organisasi perusahaan, kecuali yang amat kecil, mempunyai bentuk struktur ini. Masalah-masalah manajemen telah menjadi cukup kompleks sehingga dengan demikian perhatian tenaga yang dianggap ahli akan memberikan hasil yang lebih efektif dalam bidang bidang yang dipilih.
c). Struktur Organisasi Fungsional
Suatu hubungan fungsional disusun jika fungsi staf secara langsung dibebani fungsi lini dengan wewenang untuk memerintah bukan memberi nasihat. Jadi, intergritas lini dipecahkan dan beberapa personel bertanggung gugat kepada banyak atasan.
Dewasa ini tidak ada perusahaan yang sepenuhnya difungsionalkan dalam semua fungsi-fungsi khusus. Arti pentingnya terletak dalam tersedianya suatu alternatif ketika. Para penyusun organisasi dapat memilih diantara yang berikut
Suatu fungsi seperti pengangkatan dapat dialokasikan kepada penyelia (organisasi lini)
Hal itu dapat diberikan kepada unit personalia khusus dengan hak hanya memberikan nasihat saja
Hal itu dapat ditugaskan kepada unit personalia dengan hak komando
d). Struktur Proyek
Peranan khusus manajemen personalia dalam struktur proyek adalah menyediakan para spesialis pendukung dan bersedia untuk berbagi dalam kepenyeliaan mereka. Misalnya, suatu satuan tugasmungkin dibentuk untuk membentuk cabang baru disuatu kota yang jauh. Unit personalia mungkin diminta untuk menyediakan seorang pewawancara penempatan tenaga untuk membantu pemilihan personalia untuk cabang baru tersebut.

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Di Lihat Dari Sisi Perusahaan


Efisiensi Perusahaan Koperasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya dilandasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu, koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi
Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau seharusnya (ls), jika ls < la disebut efisien
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat yaitu:
1. Manfaat Ekonomi Langsung (MEL)
adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya
2. Manfaat Ekonomi Tidak Langsun (METL)
adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.

Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
           TME = MEL + METL
           MEN = (MEL +METL) - BA

Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung  dengan cara sebagai berikut:
           MEL = EfP + EfPK +EvP + EvPU
           METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan atau Badan Usaha Koperasi:
1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan
                Anggaran biaya pelayanan
 Jika TEBP < 1 berarti  efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota

2. Tingkat efisiensi badan udaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi Biaya Usaha
                Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisiensi biaya usaha


Efektivitas Koperasi

Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau seharusnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif
Rumus perhitungan efektivitas koperasi (EvK) adalah sebagai berikut:
EvkK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
          Anggaran SHUk + Anggaran MEL
Jika EvK > 1, berarti Efektif


Produktivitas Koperasi

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika O>1 maka disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktifitas Perusahaan Koperasi adalah:
PPK (1) =        SHUk           x 100%
                 Modal Koperasi
Setiap Rp.1,00 Modal Koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp... 

PPK (2) = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100%
                                   Modal Koperasi
Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp...


Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi
Laporan kauangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan meliputi neraca, Perhitungan hasil usaha, Laporan arus kas, Catatan atas laporan keuangan, laporan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan.
Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota.

Perbedaan yang kedua adalah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal penggabung dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai akyiva bersih yang rill dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka disusun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.

Minggu, 20 November 2011

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Anggota


Billy Jhon Damanik ;29210825 ; 2eb12

Efek-Efek Ekonomis Koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1.Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.

Efek Harga dan Efek Biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai
manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis.
Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.


Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi

Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota.
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan

Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan.
Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.


Kamis, 17 November 2011

Permodalan Koperasi


Billy Jhon Damanik ; 29210825 ; 2EB12

KONSEP MODAL

Modal merupakan dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha koperasi.Modal terdiri dari modal jangka panjang & modal jangka pendek .
Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.
Sumber-sumber Modal Koperasi
a.     Sumber Modal Koperasi (UU No.12/1967)
            Simpanan Pokok
            Simpanan Wajib
            Simpanan Sukarela
            Modal sendiri
b.     Sumber Modal Koperasi (UU No.25/1992)
            Modal Sendiri (equity capital)
            Modal pinjaman ( debt capital)
Modal sendiri (equity capital):
- simpanan pokok
- simpanan wajib
- dana cadangan
- donasi / hibah

Modal pinjaman (debt capital) :
- anggota
- koperasi lainnya
- bank atau lembaga keuangan lainnya
- penerbitan obligasi atau surat hutang lainnya

Modal koperasi yang utama adalah dari anggota karena :
- alasan kepemilikan
- alasan ekonomi
- alasan resiko
Yang dapat melakukan pengawasan terhadap pemodalan koperasi adalah:
- anggota
- pengurus
- pemerintah

DISTRIBUSI CADANGAN KOPERASI.

Cadangan menurut UU No. 25/1992, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal
sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan. SHU yang diusahakan oleh anggota dan yang diusahakan oleh bukan anggota, ditentukan 30 % dari SHU tersebut disisihkan untuk Cadangan.
• Sesuai Anggaran Dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25 % dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60 % disisihkan untuk Cadangan.

Manfaat distribusi cadangan :
- memenuhi kewajiban tertentu
- meningkatkan jumlah operating capital
- sebagai jaminan untuk kemungkinan rugi di kemudian hari
- perluasan usaha