Selasa, 03 Januari 2012

Mengenai Penghapusan Kredit Macet



Pengertian dan Ruang Lingkup Penghapusan Kredit Macet(bad credit) Dalam praktik perbankan, pada tahap awal bank akan melakukan upaya penyelamatan kredit terhadap portofolio kredit yang tergolong kredit bermasalah (kredit kurang lancar, kredit diragukan, kredit macet). Upaya penyelamatan kredit dilakukan bank dengan menggunakan tiga cara secara berurutan yaitu:
a. Penjadwalan kembali (rescheduling),
b. Persyaratan kembali (reconditioning),
c. Penataan kembali (restructuring atau restnikturisasi).

Jika upaya penyelamatan kredit dengan cara restruktutisasi tetap tidak berhasil dan portofolio kredit tetap macet, maka dapat menempuh cara penghapusan kredit macet(bad credit). Penghapusan kredit macet(bad credit) (write-oft) sudah lazim dilakukan perbankan nasional sebagai salah satu cara untuk menurunkan tingkat rasio kredit bermasalah (rasio NPL) guna meningkatkan tingkat kesehatan bank. Penghapusan kredit macet(bad credit) terdiri atas dua tahap yaitu: Hapus Buku (Penghapusan Bersyarat) dan Hapus Tagih (Penghapusan Mutlak). Hapus tagih pada umumnya baru dilakukan oleh pihak bank jika portofolio kredit macet(bad credit) tersebut sudah sangat sulit untuk ditagih atau karena biaya penagihannya sangat besar.
Meskipun sudah dihapus buku dan dihapus tagih, portofolio kredit macet(bad credit) masih mungkin untuk ditagih sehingga masih mungkin memberikan pemasukan uang kepada bank. Pemasukan semacam ini tetap harus dimasukkan ke dalam pembukuan bank yaitu dalam pos penghasilan lain-lain, sehingga tidak boleh dijadikan sebagai penghasilan pribadi para pejabat bank menurut Dahlan M.
Sutalaksana, write-off didefinisikan sebagai penghapusbukuan. Dalam konteks perbankan istilah ini biasanya ditujukan untuk mengeluarkan rekening aset yang tidak produktif dan pembukuan, seperti kredit macet yang tidak dapat ditagih, namun demikian bank tetap berhak melakukan penagihan atas kredit macet itu sebisa mungkin. Penghapusbukuan kredit macet oleh bank pada dasarnya dapat dilakukan oleh bank sepanjang bank yang bersangkutan mampu untuk melaksanakannya, yaitu mempunyai cadangan dalam jumlah yang cukup.

Dalam hal cadangan yang dibentuk oleh bank belum mencukupi, maka penghapusbukuan kredit macet tersebut dapat dibebankan pada laba rugi sesudah pajak. Dalam pelaksanaannya penghapusbukuan kredit(credit) tersebut dilakukan secara sukarela maupun bersifat wajib (mandatory write off). Tujuan utama penghapusbukuan kredit macet terutama adalah untuk memperbaiki kondisi kualitas aktiva produktif bank-bank. Namun dalam penerapannya masih dianggap terdapat berbagai permasalahan, khususnya menyangkut ketentuan perpajakan, ketentuan rahasia bank dan berbagai permasalahan yang dihadapi bank-bank terutama bank yang telah go public.
Penghapusan kredit(credit) yang dilakukan oleh bank dapat dibedakan menjadi dua:
1. Penghapusbukuan secara administratif yang tidak menghilangkan hak tagih. Kredit(credit) yang dihapusbukukan tetap dicatat secara ekstra komtabel. Debitur tidak diberi tahu karena status debitur sebagai peminjam masih belum dihapuskan.
2. Penghapusbukuan yang dianggap rugi dan tidak ditagih lagi. Dalam hal ini bank benar-benar menanggung rugi dan jumlah kredit(credit) yang akan dihapus benar-benar akan dihapus dati neraca (baik on balance sheet maupun off balance sheet).

Hal ini terutama bagi debitur-debitur yang telah dinyatakan pailit. Penghapusan kredit (write-off) hanya diperbolehkan untuk portofolio kredit yang tergolong kredit macet(bad credit) Penghapusan kredit terdiri atas dua cara dan dua tahap yaitu:
a. Hapus buku atau penghapusan secara bersyarat atau conditional write-off dan,
b. Hapus tagih atau penghapusan secara mutlak atau absolute write-off.

Pada tahap pertama, bank akan melakukan hapus buku dengan cara mengeluarkan semua portofolio kredit macet dari pembukuan bank, namun bank tetap akan melakukan upaya penagihan kepada debitur. Jika program hapus buku tetap tidak berhasil mengembalikan uang kredit, maka bank dapat membuat program hapus tagih sehingga bank tidak perlu melakukan upaya penagihan kepada debitur. Selanjutnya jika program hapus tagih ternyata tetap tidak berhasil mengembalikan uang kredit yang ditargetkan, maka bank dapat melakukan penyelesaian kredit(credit) melalui jalur litigasi (pengadilan) maupun jalur nonlitigasi (di luar pengadilan).

Program hapus buku dan hapus tagih terhadap kredit macet harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menimbulkan konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan bank dan nasabah debitur. Program hapus buku dan hapus tagih terhadap kredit macet(bad credit) yang ada di bank umum, baik di bank swasta maupun bank BUMN, secara umum diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI), khususnya dalam Bab VII, Pasal 69 hingga Pasal 71 dan PBI 7/2005 tentang penilaian kualitas aktiva bank umum. Di samping itu, program hapus buku dan hapus tagih sesuai amanat Pasal 8 Ayat (2) UU Perbankan (UU 10/1998) juga harus diatur dalam pedoman perkreditan yang harus ada di masing-masing bank. Program hapus buku dan hapus tagih juga harus terlebih dahulu disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di dalam sebuah Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas. 

Pelaksanaan hapus buku dan hapus tagih harus selalu didasari oleh hasil keputusan RUPS sesuai mekanisme korporasi. Direksi bank pada awalnya mengajukan usulan sejumlah portofolio kredit macet yang akan dihapus buku dan atau dihapus tagih kepada RUPS untuk dimintakan persetujuan. Mekanisme RUPS diatur dalam UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Bab VI Pasal 75 hingga Pasal 91. Pemegang saham mayoritas sangat menentukan hasil keputusan RUPS. Khusus bagi bank BUMN, hasil keputusan RUPS sangat dipenganihi oleh kebijakan Pemerintah selaku pemegang saham mayoritas di bank BUMN.


Pustaka: Restrukturisasi dan penghapusan kredit macet: kenapa perbankan memanjakan
Oleh :  Iswi Hariyani,Rayendra L.Toruan

Kebijakan Ekonomi Indonesia Dan Tantangannya


Situasi yang semula dihadapi Keynes adalah keadaan depresi di Eropa dan Amerika. Di sana pabrik-pabrik sudah ada, tenaga kerja yang ahli dan terampil ada, prasarana produksi seperti jalan dan jalur komunikasi ada, bank-bank juga ada namun semuanya macet karena kekurangan permintaan efektif. Maka, tindakan pemerintah untuk menambah Effective Demand, seperti yang disarankan oleh teori Keynes segera berhasil meningkatkan produksi tanpa menimbulkan inflasi.

Situasi demikian itu tidak boleh disamakan dengan situasi di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Produksi kita masih rendah, tidak karena kekurangan permintaan masyarakat (segi demand), melainkan karena kelemahan struktural (segi supply): kurang keahlian, kurang prasarana, kurang industri, dan sebagainya. Demikian pula sifat pengangguran berbeda. Pengangguran di Indonesia tidak pertama-tama bersifat “konjunktural” (karena kekurangan atau fluktuasi dalam permintaan efektit), melainkan struktural (karena memang kekurangan kesempatan kerja). Situasi demikian ini tidak bisa ditangani dengan cara “asal menambah permintaan efektit” saja. Sebab setiap tambahan permintaan efektif (entaih dari keuangan negara, dari ekspor, dari kredit luar negeri, atau dari ekspansi kredit bank) segera mengandung bahaya kenaikan harga, tidak karena permintaan itu begitu berlebihan, melainkan karena pertambahan produksi (output) tertinggal atau kalah cepat dengan pertambahan permintaan itu, jadi karena kendala-kendala di sektor produksi. Bila penyakitnya berbeda, obatnyapun harus berbeda.

Kebijakan ekonomi atau politik ekonomi (economic policy), yaitu cara-cara yang ditempuh atau tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah dengan maksud untuk mengatur kehidupan ekonomi nasional guna mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tujuan-tujuan yang mau dicapai telah ditetapkan oleh para wakil rakyat di MPR-DPR dan dituangkan dalam GBHN, yang dapat diringkas dalam “trilogi pembangunan“: kestabilan,pertumbuhan ekonomi , dan pemerataan.

Masalah konkret yang dihadapi dalam politik ekonomi ialah bahwa tujuan-tujuan tersebut belum tentu dapat dicapai bersama-sama. Sebab kerap kali usaha untuk mencapai tujuan yang satu terpaksa sedikit banyak harus mengorbankan tujuan yang lain. Misalnya, untuk menciptakan lapangan pekerjaan diperlukan investasi dalam jumlah yang besar. Tetapi investasi besar-besaran mudah menimbulkan inflasi dan memberatkan Neraca Pembayaran karena memperbesar impor. Demikian pula usaha menstabilkan harga beras sering bertolak belakang dengan usaha memajukan sektor pertanian dan pemerataan pendapatan bagi petani. Untuk menjawab tantangan itu memang diperlukan kebijaksanaan.


Pustaka : Pengantar Ilmu Ekonomi Makro
 Oleh : Drs. T. Gilarso, SJ.

Mendanai Usaha Dengan Pinjaman



Pinjaman yang dilakukan masih tidak memerlukan agunan atau jaminan barang. Adapun sumber pinjaman dapat dilakukan dari berbagai sumber.

Pertama, melakukan pinjaman kepada keluarga terdekat. Tindakan ini dilakukan bila pengusaha merasa wajar melakukan pinjaman kepada pihak keluarga dan harus melakukan perhitungan yang matang. Pinjaman kepada keluarga sangat mempunyai risiko dan kadang bisa membuat perasaaan tidak enak karena kita orang Timur. Pengusaha harus menyampaikan pinjaman tersebut harus dengan hati-hati dan waktu yang tepat serta memahami kondisi dari pihak yang akan dipinjami uang. Dalam melakukan pinjaman tersebut sebaiknya pengusaha yang telah berkeluarga harus datang bersama kepada keluarga yang memiliki dana tersebut. Ungkapan secara transparan perlu disampaikan agar keluarga tersebut mau memberi bantuan dengan meminjamkan dananya. Pengusaha harus juga melakukan pembayaran atas pinjaman tersebut, bila bisa dilakukan secara cicil / angsuran. Pengusaha juga harus memberikan imbalan jasa atas dana yang dipinjam tersebut. Bila pengusaha tidak membayar kembali pinjaman tersebut, maka pengusaha akan mengalami kesulitan di kemudian hari serta hubungannya antarkeluarga tidak akan baik.

Kedua, bila usaha pemula tidak mampu atau sungkan melakukan pinjaman kepada keluarga, maka pinjaman untuk usaha dapat dilakukan kepada teman terdekat. Biasanya, teman terdekat akan membantu bila pemula usaha menceritakan keinginannya dengan balk. Bila teman tersebut ingin membantu akan memberikan dananya dan sekali lagi harus transparan agar tidak timbul persoalan di kemudian hari. Pemula usaha juga harus mau mengakui bahwa pernah melakukan pinjaman untuk usaha. Bila pengusaha sudah berhasil, jangan lupa atas bantuan pihak lain yang pernah membantu kita dalam berusaha. Untuk mendapatkan keyakinan dalam meminjam ini, maka pemula usaha dapat menunjukkan usaha yang akan dikerjakan atau kemungkinan pemilik dana mau mendanai usaha kita sehingga dapat kerja sama. Bila kerja sama yang diperoleh sangat bagus juga karena usaha ada dan keinginan berusaha dapat terpenuhi.

Ketiga, melakukan pinjaman kepada lembaga nonformal di dekat rumah. Biasanya, melakukan pinjaman ke dekat rumah yang biasa memberikan pinjaman sering kali meminta jaminan. Tetapi, karena dekat rumah dan pengusaha bisa melakukan negosiasi, maka tanpa jaminan pun pinjaman bisa didapatkan. Bila perlu jaminan, hal ini dikenal dengan menggadaikan barang. Untuk pinjaman ini biasanya pengusaha harus memberikan bunga yang cukup wajar bagi kedua belah pihak. Artinya, bunganya bisa lebih tinggi dari tingkat bunga yang berlaku bahkan sedikit lebih tinggi dari tingkat bunga di lembaga nonformal sejenisnya.

Keempat, melakukan penarikan dana melalui kartu kredit yang dimiliki. Sekarang ini dengan adanya produk kartu kredit / credit card dari bank membuat kita agak lebih mudah mendapatkan dana dari bank. Untuk mendapatkanya, pemula harus mempunyai kartu kredit. Pemula usaha dapat pergi langsung ke ATM bank untuk mendapatkan dananya atau melakukan pembelian bahan baku untuk usaha dengan kartu kredit tersebut.
Bila menggunakan kartu kredit untuk mendapatkan dana, pemula harus tahu besarnya bunga yang dibayarkan serta biaya-biayanya. Sebaiknya pemula usaha melakukan pembayaran dengan cicilan lebih cepat bila sudah memiliki dananya. Karena biaya yang dikeluarkan untuk ini cukup besar dimana bunga sebesar 2,5 persen sampai 4 persen per bulan belum termasuk biaya administrasi minimum Rp 50.000. Bila pengusaha merasa layak melakukan dengan cara ini bisa dicoba.

Kelima, pinjaman dari bank / bank loans yang dikenal dengan kredit tanpa agunan. Sekarang ini banyak bank yang menawarkan pinjaman tanpa agunan karena bank diwajibkan memiliki kredit keel tersebut. Dalam mengajukan kredit tanpa agunan tersebut, pemula usaha harus pintar menyiasati agar aplikasi dapat dikabulkan. Aplikasi yang diajukan kepada bank harus benar-benar diperhatikan secara saksama dan yakin bisa mendapatkannya. Bila dalam aplikasi kredit (credit application) tersebut climinta nama pihak lain yang dikenal sebaiknya diisi pihak keluarga terdekat atau teman yang tidak mungkin memberikan informasi yang kurang bagus. Pemula usaha juga harus menceritakan bahwa pemula menuliskan nama keluarga atau teman dalam aplikasi agar bisa menjawab dengan benar dan tepat sehingga menguntungkan pemula usaha.
Selanjutnya, melakukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang memberikan pinjaman di mana pengusaha memiliki agunan seperti tanah dan surat berharga/securities lainnya. Untuk melakukan pinjaman ini, pengusaha harus menyediakan dana minimum 20 persen dari dana yang dibutuhkan untuk membuka usaha. Bila pengusaha melakukan pinjaman, dapat dilakukan dengan bentuk perusahaan terbatas (PT) atau melakukan pinjaman konsumer seperti rumah, mobil, dan barang lainnya. Bila pengusaha ingin meminjam ke koperasi simpan pinjam, pengusaha harus menjadi anggota koperasi. Semua tindakan pengusaha harus diperhitungkan secara saksama agar mendapatkan dana tersebut. Pinjaman kepada lembaga keuangan umumnya untuk pengembangan usaha agar lebih besar dan maju. Umumnya, bank yang datang bila usaha kita sangat bagus.


Pustaka : Modal untuk Bisnis UKM
Oleh :  Adler Haymans Manurung

Kamis, 08 Desember 2011

Pengembangan Individu dan Organisasi


Sesudah karyawan direkrut, dipilih dan dilantik, selanjutnya dia harus dikembangkan agar lebih sesuai dengan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan meliputi baik pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman atas keseluruhan lingkungan. Program-program pengembangan yang direncanakan akan memberi manfaat kepada organisasi berupa peningkatan produktifitas, peningkatan moral, pengurangan biaya, dan stabilitas serta keluwesan organisasi yang makin besar untuk menyesuaikan diri dengan persyaratan-persyaratan eksternal yang berubah. Program ini juga akan membantu memenuhi kebutuhan perorangan dalam usaha mencari pekerjaan yang bermakna bagi karier seumur hidup.

1. Pelatihan Operasional
Pengembangan tenaga operasional memerlukan sejumlah peningkatan khusus dalam keterampilan dan pengetahuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu. Ada empat metode dasar yang terutama digunakan yaitu sebagai berikut:
a). Pelatihan ditempat kerja
Metode ini memberikan motivasi besar pada petatar untuk belajar karena pelatihan itu tidak berlangsung dalam situasi kelas yang artifisial
b). Sekolah vestibule
Sekolah ini dibentuk untuk mengatasi masalah pelatihan yang umumnya sama dan dihadapi dalam pelatihan di tempat kerja
c). Program magang
Program magang di rancang untuk meningkatkan keterampilan yang lebih tinggi
d). Kursus-kursus khusus
Sistem pelatihan yang terakhir ini digolongkan sebagai pendidikan bukan pelatihan. Metode pengajaran ini menggunakan konsep-konsep dasar belajar berupa :
  1. penempatan tujuan yang jelas
  2. pemecahan pokok bahasan menjadi bagian bagian kecil pengetahuan yang berurutan secara logis
  3. tuntutan akan peran aktif dari pihak belajar
  4. situasi yang memungkinkan pelajar untuk mengatur kecepatannya sendiri
  5. dorongan langsung untuk belajar melalui penyajian umpan balik dan hasil-hasilnya
2. Pengembangan Manajemen
Alasan utama bagi suatu program pengembangan manajemen yang terencana dan sistematik adalah hakikat yang amat kompleks dari pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan eksekutif khususnya adalah tidak terbatas (openended), terpenggal penggal, antar pribadi (interpersonal), verbal dan aktif. Pengembangan eksekutif khususnya memerlukan kombinasi pengalaman, pelatihan, dan pendidikan, dengan demikian memerlukan kerjasama antara organisasi-organisasi yang menempatkan tenaga dan berbagai macam usaha pendidikan swasta dan negri.

3. Kebutuhan Manajer dan Program Pengembangan
Banyak variasi dari teknik teknik pengembangan dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menyatakan percaya pada beberapa jenis pengembangan eksekutif yang terencana dan sistematik. Pemilihan atas teknik teknik itu harus berdasarkan pada falsafah pengembangan perusahaan itu. Macam-macam jenis kebutuhan pengembangan yang secara khusus diharuskan oleh suatu jabatan eksekutif adalah sebagai berikut:
A. Keterampilan  Dalam Pengambilan Keputusan
1). Kotak Surat 
Kotak surat adalah suatu alat terkenal yang digunakan dalam menemukan potensi eksekutif dalam pusat-pusat penlaian eksekutif (executive assessment centers). Ini juga dapat digunakan dalam mengajarkan keterampilan pengambilan keputusan. Kemampuan-kemampuan yang dapat dikembangkan dalam metode ini meliputi :
Ø  pertimbangan situasional berupa kemampuan untuk mengingat hal-hal kecil, menentukan prioritas, saling menghubungkan banyak hal, dan menentukan informasi apa yang masih dibutuhkan,
Ø  kepekaan  sosial dalam memperluhatkan sopan santun dalam catatan-catatan tertulis, menjadwalkan pertemuan-pertemuan dengan personalia yang bersangkutan, dan menjelaskan alasan bagi tindakan-tindakan yang diambil, dan
Ø  kemauan untuk mengambil keputusan dan mengambil tindakan.

2). Permainan Perusahaan
Selama bertahun tahun telah dikembangkan berbagai macam simulasi untuk merekam operasi atau bagian tertentu dari operasi suatu perusahaan. Latihan-latihan ini memperkenalkan beberapa ketidakpastian karena hal-hal itu seringkali dimainkan atas dasar persaingan. Seperti halnya dalam latihan kotak surat, permainan perusahaan memberikan pengalaman dalam persaingan antar karyawan dan pengambilan keputusan. Kemampuan mengorganisasi, kelihaian dalam hal keuangan, kecepatan berpikirm dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam ketegangan juga dapat dikembangkan melalui penggunaan simulai-simulasi permainan.

3). Telaah Kasus
Metode pengembangan yang berupa kasus mempergunakan contoh-contoh nyata, yang dikumpulkan dari berbagai organisasi untuk melakukan suatu diagnosis. petatar harus :
a. menemukan masalah besar dan masalah kecil dalam kasus itu,
b. memisahkan fakta yang penting,
c. menganalisis pokok permasalahan dan mempergunakan logika untuk mengisi celah yang         ada di dalam fakta-faktanya,
d. menemukan beberapa cara untuk memecahkan masalah yang dapat ditemukan.

B. Keterampilan Antarpribadi
Para manajer tradisional cenderung melihat bahwa tugas manajer adalah sesuatu yang rasional dan karena itu mereka menekankan unsur-unsur pengambilan keputusan. Para manajer yang berorientasi pada prilaku berpendapat bahwa penerimaan keputusan itu sama pentingnya dengan mutunya, karena itu mereka menekankan perlunya pengembangan kemampuan antarpribadi (interpersonal)
1). Pelakonan Peran
Pelakonan peran adalah suatu simulasi dimana petatar diminta untuk memainkan suatu adegan dalam situasi yang menimbulkan masalah dan menuntut interaksi dengan orang lain
2). Pemodelan Perilaku
Pemodelan perilaku adalah suatu pendekatan yang lebih tersusun untuk mengajarkan keterampilan kepenyeliaan yang khusus. Hal itu didasarkan atas teori belajar sosial sepanjang petatar itu diberi model perilaku khusus dan diberitahu sebelumnya tentang akibat akibat keterlibatan dalam jenis perilaku macam itu.
3). Pelatihan Kepekaan
Tujuan utama pelatihan kepekaan adalah pengembangan kesadaran dan kepekaan terhadap pola-pola perilaku dari diri  sendiri dan orang-orang lain. Secara lebih khusus, tujuan yang seringkali dinyatakan meliputi
a. peningkatan sikap terbuka terhadap orang lain
b. perhatian yang lebih besar kepada orang lain
c. peningkatan toleransi atas perbedaan perbedaan individual
d. pengurangan prasangka etnik
e. pemahaman akan proses proses kelompok
f.  peningkatan keterampilan mendengar
g. peningkatan kepercayaan dan dukungan 

4). Analisis Transaksional
Walaupun oleh beberapa orang analisis transaksi digolongkan sebagai psikologi kilat yang dapat dilakukan sendiri, namun berbagai organisasi telah memanfaatkan konsep-konsepnya yang dapat dipahami untuk meningkatkan hubungan antar pribadi. Penekanannya adalah pada pemahaman akan tiga keadaan ego yang dimiliki oleh semua orang, dan analisis atas transaksi antar pribadi dalam hubunganya dengan keadaan-keadaan ego ini. Sistem ini dikembangkan oleh Eric Berne dan Thomas Harris

5). Wawasan yang Tersusun
Dalam usaha untuk memperoleh beberapa nilai dari pelatihan kepekaan dan pelakonan peran tanpa menimbulkan biaya, para penatar telah menggunakan berbagai macam alat untuk mengumpulkan secara sistematik data mengenai sikap dan nilai-nilai petatar. Sikap dan nilai-nilai ini kemudian dibandingkan dengan suatu model perilaku dengan harapan agar para petatar mengembangkan beberapa wawasan ke dalam susunan dan implikasi dari model-model perilaku yang mereka pilih.

C. Pengetahuan tentang Pekerjaan
Tanpa memperhatikan tingkat keterampilan antarpribadi dan pengambilan keputusan yang dimiliki sebelumnya, eksekutif harus memperoleh pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan yang benar benar ditugaskan kepadanya.
1). Pengalaman di tempat kerja
Belajar dari  pengalaman tidak dapat dan tidak boleh dikesampingkan sebagai suatu metode pengembangan, walaupun sebagai pendekatan tunggal hal itu merupakan pemborosan, memakan waktu dan tidak efisien.

2). Latihan memimpin
Latihan memimpin yang efektif adalah suatu keterampilan yang sulit untuk dikuasai. Hal itu memerlukan keseimbangan yang sulit antara pengarahan dan kebebasan. 

3). Pemain pengganti
Sistem pemain pengganti dianggap sebagai pendekatan yang agak berbeda dari sistem sistem sebelumnya, dalam hal seseorang tertentu secara khusus ditunjuk sebagai putera mahkota. Keuntungan dalam teknik ini berhubungan dengan situasi yang praktis dan realistik dimana latihan itu diadakan.

D. Pengetahuan Tentang Organisasi
Program-program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan petatar tentang keseluruhan organisasi perlu melibatkan penyingkapan informasi dan peristiwa-peristiwa di luar batas-batas pekerjaan langsungnya.
1). Mutasi jabatan
Sasaran utama pengembangan mutasi jabatan adalah untuk memperluas latar belakang petatar dalam perusahaan. Keuntungan-keuntungan dari mutasi jabatan yang direncanakan adalah :
a)      memberikan latar belakang umum dan karenanya memberikan suatu sudut pandang organisasional
b)       mendorong kerjasama antardepartemen, karena para manajer telah melihat banyak segi dari pokok-pokok persoalan
c)      memperkenalkan sudut-sudut pandang yang tegar secara periodik kepada berbagai unit
d)     mendorong keluwesan organisasi melalui penciptaan sumber daya manusia yang fleksibel
e)      mampu melasanakan penilaian prestasi komparatif dengan lebih objektif
f)       memperoleh semua keunggulan dari latihan memimpin di tempat kerja dalam setiap situasi.

2). Manajemen ganda
Nilai terbesarnya adalah pelatihan para eksekutif junior. Dewan itu diberi wewenang untuk membicarakan setiap masalah yang dapat dibicarakan oleh dewan senior, dan para anggotanya didorong untuk mengarahkan pikiran mereka untuk bekerja pada perusahaan sebagai suatu keseluruhan, lebih dari memusatkan pada bidang-bidang khusus mereka.

E. Pengetahuan Umum
A. Kursus-kursus khusus
Metode ini mengharuskan petatar untuk meninggalkan tempat kerja dan mencurahkan seluruh waktunya bagi sasaran pengembangan. Pelatihan khusus dan atau pelajaran yang bersifat pendidikan dapat disusun dalam berbagai cara oleh suatu organisasi bisnis sebagai suatu bagian dari program pengembangan eksekutivnya. 
Pertama, kursus diadakan oleh perusahaan itu sendiri.
Kedua, kerjasama organisasi bisnis tersebut dengan suatu sekolah atau perguruan tinggi dalam mengadakan suatu kursus atau serangkaian kursus yang diajar oleh para instruksi sekolah.
Ketiga, pengiriman personalia perusahaan ke program-program yang diadakan oleh sekolah-sekolah, perguruan tinggi, para konsultan, atau perhimpunan yang dibentuk untuk maksud pengembangan manajemen.

B. Pertemuan-pertemuan khusus
Dalam kategori  pertemuan khusus itu dimasukkan kegiatan-kegiatan seperti pertemuan 1 atau 2 hari tentang hal-hal khusus yang diadakan oleh berbagai macam organisasi.

C. Bacaan Pilihan
Banyak eksekutif menyatakan bahwa sangat sulit untuk menyediakan waktu untuk banyak membaca selain dari yang sepenuhnya diharuskan dalam prestasi kerja mereka.

F. Kebutuhan Khusus Perorangan
Dua metode yang paling terkenal untuk mengatasi maslah ini adalah penugasan proyek khusus dan keaggotaan panitia yang dipilih secara bijaksana.
1). Proyek-proyek khusus
Penugasan khusus adalah alat pelatihan yang sangat berguna dan fleksibel. Penugasan ini tumbuh dari suatu analisis atas kelemahan-kelemahan individual dan, karenanya, mungkin akan menjadi pelatihan yang sangat bernilai.

2). Penugasan-penugasan panitia
Penugasan-penugasan panitia berbeda dari proyek-proyek khusus dalam hal panitia-panitia itu dibentuk secara teratur atau sementara. Masing-masing mempunyai sasaran dan tanggung jawab dan ditugaskan sehubungan dengan pekerjaan organisasi dan karenanya harus dilengkapi dengan personalia yang mampu.