Kamis, 31 Januari 2013

Hati-Hati Dengan Kanker Serviks


Apa sih Serviks itu?? katanya sih penyakit yang mengganaskan, penyakit yang hanya menyerang wanita.
Serviks adalah bagian terdepan dari uterus (rahim) yang menonjol ke dalam vagina. Serviks menjaga rahim tetap tertutup saat seorang dalam keadaan hamil, dan terbuka saat wanita melahirkan.
Terkadang sel-sel dalam serviks bertransformasi, bereproduksi secara tidak normal dan bahkan menyerang bagian-bagian lain dari tubuh. Hal ini lah yang disebut sebagai kanker serviks.
Setiap wanita beresiko mengalami kanker serviks, terutama bagi mereka yang memiliki faktor resiko sebagai berikut:
  1. Berhubungan seks pada usia yang sangat dini (tidak lama setelah menstruasi pertama)
  2. Memiliki / pernah memiliki beberapa pasangan seksual
  3. Menderita atau pernah menderita penyakit seksual
  4. Memiliki atau pernah memiliki pasangan yang menderita penyakit menular seksual
  5. Pernah menderita kutil kelamin jenis tertentu yang disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus)
  6. Perokok atau mantan perokok
  7. Perokok pasif
  8. Memiliki 5 anak atau bahkan lebih
  9. Memiliki kekebalan tubuh yang relatif lemah
  10. Berasal dari golongan ekonomi rendah
Kanker serviks merupakan penyakit yang menghancurkan dan umumnya menyerang di usia prima wanita. Umumnya keluhan baru muncul saat infeksi sudah berada dalam stadium lanjut. Dalam tahap pra-kanker, penyakit ini sangat mudah dirawat dan disembuhkan. Pemeriksaan dan perawatan dini jauh lebih murah biayanya jika mengobati penyakit yang sudah berkembang.
Panduan Waktu Tes Terbaik Untuk Kanker Serviks
Berikut ini panduan waktu tes terbaik bagi wanita menurut American Cancer Society 2006:
Semua wanita di bawah usia 30 tahun
Sebaiknya mulai diperiksa setelah hubungan seks vaginal pertama, namun tidak lebih dari usia 21 tahun. Menjalani Pap smear secara teratur setiap tahunnya, atau dua tahun jika menggunakan pPap Smear versi baru yang berbahan dasar air.
Wanita usia 30 tahun ke atas
Jadwal pemeriksaan bisa diperjarang menjadi setiap dua atau tiga tahun, dengan catatan jika Anda mendapatkan hasil normal untuk tiga tes Pap smear terakhir. Atau, lakukan setiap tiga tahun sekali menggunakan Pap smear dan tes HPV DNA.
Wanita yang berusia lebih dari 70 tahun
Jika dalam sepuluh tahun terakhir, tiga atau lebih hasil tes Pap smear yang dilakukan secara berturut-turut menunjukkan hasil normal, Anda dapat berhenti melakukan pemeriksaan kanker serviks.
Wanita yang beresiko
Sebaiknya memeriksakan diri setiap tahunnya.
Wanita dengan histerektomi total (pengangkatan rahim dan serviks)
Anda dapat berhenti melakukan pemeriksaan kecuali jika operasi tersebut dilakukan untuk mengobati kanker serviks atau pra-kanker. Wanita yang serviksnya tidak diangkat harus terus menjalani pemeriksaan.
Metode Pemeriksaan Kanker Serviks
Metode pemeriksaan kanker serviks dapat dilakukan dengan berbagai metode. Pap smear adalah yang terpopuler.
Pap smear diambil dari nama seorang dokter Yunani, George Nicolas Papanicolaou.
Pertama-tama, sel serviks akan diambil secara perlahan menggunakan spatula atau alat khusus lainnya. Sel ini kemudian akan diamati di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi sel kanker. Tes ini hanya bisa dilakukan terhadap pasien yang:
  1. Tidak sedang datang bulan
  2. Melakukan hubungan seks
  3. Menggunakan douche / mengaplikasikan obat ke vagina selama 24 jam terakhir
Metode pemeriksaan alternatif adalah tes Acetic Acid Wash (AAW). Dalam tes ini sebuah tabung berisi larutan asam asetat tiga hingga lima persen, disemprotkan pada seluruh permukaan serviks. Kemudian, serviks diperiksa untuk mencari apakah terdapat bintik-bintik putih (area yang berpotensi kanker).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar